Bunga Lily atau nama latinnya Lilium Candidum L, ini dikenali semenjak zaman Yunani kuno lagi. Pada awalnya Lily tumbuh di dataran mediteranian dan Asia Barat, Hampir setiap rumah di sana dihiasi dengan kecantikan bunga ini.

Bunga yang biasanya tumbuh di bulan mei ini hidup dengan baik di daerah pergunungan.Tidak ramai yang faham bahawa dibalik keindahannya, bunga lily juga memiliki khasiat perubatan. Menurut Prof Hembing Wijayakusuma dalam bukunya Ensiklopedia Tumbuhan Berkhasiat Obat I, sifat kimia dari bunga lily adalah bersifat dingin, manis, dan agak pahit. Kesan farmakologi yang dimiliki tumbuhan ini adalah sebagai ubat batuk (antitusif) dan penenang (sedatif). Beberapa penyakit yang mampu diatasi bunga lily adalah batuk, bengkak dan bisul, radang saluran nafas, radang paru-paru, asma, dirrea kronik, sakit perut setelah melahirkan, jerawat. Dan beberapa zat kimia penting terkandung di dalamnya, misalnya seperti flavonoid (yang dikenal sebagai anti oksidan, anti kanser, dan membantu regenerasi kulit), karotenoid yang berfungsi sebagai anti oksidan, Saponin (yang juga dikenal sebagai zat penghalang tumbuhnya sel kanser).
Berikut khasiat bunga Lily :
- Membantu menyembuhkan dan menghilangkan bekas luka di kulit, misalnya luka terbakar, luka akibat jatuh. Dan kelebihannya, Lily dapat menyembuhkan luka tanpa bekas/parut. Kulit anda akan kembali mulus seperti asal.
- Saponin pada umumnya terdapat pada umbi-umbian dan biji-bijian. Saponin berfungsi untuk menghalang pertumbuhan kanser dan membantu mengurangkan kadar kolesterol. Saponin ini juga terkandung di dalam Lily, itulah sebabnya beberapa produk kosmetik ada yang memanfaatkan bunga Lily untuk mencegah berkembangnya sel kanser di kulit (apalagi jika kulit terlalu sering terkena sinar matahari secara langsung).
- Ekstrak bunga Lily dapat membantu menjaga kelembaban kulit, memberikan perawatan bagi kulit kering, kulit iritasi dan kulit sensitif.
- Polisakarida yang juga terkandung di dalam bunga ini termasuk dalam kelompok hidrokoloid, fungsinya membantu meningkatkan viskositas dan kestabilan kelembaban air yang ada di kulit. Di dalam kulit, polisakarida ini menahan kadar air yang ada agar kekal berada dalam jumlah yang seimbang.